Showing posts with label Other. Show all posts
Showing posts with label Other. Show all posts

MAKALAH PANCASILA IDENTITAS NASIONAL SEBAGAI KARAKTER BANGSA

Identitas nasional sebagai karakter bangsa



a      1. Karakteristik identitas nasional

  Bangsa Indonesia yang dahul dikenal sebagai “ het zachset volk ter aarde”
Dalam pergaulan antar bangsa , kini sedang mengalami tidak hanya krisis identitas melinkan juga krisis dalam berbagai dimensi kehidupan yang melahirkan instabilitas yang berkepanjangan semenjak reformasi bergulir pada tahun 1998(koento W 2005) krisis moneter kriris ekonomi politik dan juga krirsis moral menjalar ke kriris budaya sehingga masyarakat kita kehilngan orientasi nilai hancur kasar. Krisis multidimensi yang melanda masyarakat kita menyadarkan bahwa pelestarian budaya sebagai upaya untuk mengembangkan identitas nasional kita sebagaimana dirumuskan didalam pembukaan uud 1945
1 identitas nasional
Identitas adalah ciri atau tnda atau sifat khas yang menerangkan dan sesuai dengan kesadaran diri pribadi sendiri ,gol sendiri atau Negara sendiri,sedangkan nasaional merupakan identitas yang melekat pada kelompok kelompok yang lebih besar yang diikat oleh kesamaan baik fisik ,seperti buddaya , agama , dan Bahasa maupun  non fisik ,cita cita , tujuan .. maka identitas Nasional itu merupakan manifestasi nilai nilai budaya yang tumbuh dan berkembang dalam berbagai aspek kehidupan yang menjadi satu kesatuan “ bhinneka tunggal ika”
Ada dua factor yang penting dalm pembentukan identitas yaitu factor primordial adalah factor yang bersifat alamiah yang melekat pada bangsa tersebut  dan factor kondisional  adalah keadaan yan mempengaruhi terbentuknya identitas tersebut

   Identitas nasional pada hakikat merupakan manifestasi nilai nilai budaya yang tumbuh dan berkembang dalam aspek kehidupan suatu bangsa ..(wibison koento 2005)

2 unsur unsur identitas

Identitas nasional Indonesia marujuk pada suatu bangsa yang majemuk yang terbentuk dari unsur2 pembentukan identitas yaitu
A suku bangsa
B agama
c.Kebudayaan
d Bahasa

dan unsur identitas nasional tersebut dibagi menjadi 3
a Identitas fundamental
b Identitas instrumental
c.Identitas alamiah

karakteristik globalisasi dengan identitas nasional

A globalisasi
diera globalisasi pergaulan antar bangsa semakin ketat . batas Negara hamper tidak ada penghalang  didalam pergaulan antar bangsa yang semakin kental trrjadi proses alkuturasi saling meniru dan saling mempengaruhi antar budaya masing masing.lunturnya tata nilai tersebut biasanya ditandai oleh berapa factor tersebutS
  • Semakin meninjolnya sikap individualistis yaitu mementingkan kepentingan pribadi diatas kepentingan umum
  • Semakin menonjolnya sikap matrealistis yang berarti harkat dsn martabat kemanusiaan diukur dari kekayaan

b.      Keterkaitan globalisasi dengan identitas nasional
 Dengan adanya globalisasi intensitas hub masyarakat antara suatu Negara dengan Negara yang lain menjadi semakin tinggi  maka munculnya kejahatan yang bersifat transnasional menjadi semakin sering  seperti narkoba pencucian uang dan lain lain

B. proses bernegara dan bernegara

1. paham nasionalisme
Paham nasional adalah sebuah situasi kejiwaan dimanan kesetianaan seseorang secara total diabdikan langsung kepada Negara bangsa atas nama bangsasemangat nasionalisme dipakai sebagai alat identifikasi untukn mengetahui mana lawan dan kawan

2. proses berbangsa
  • Pembentukan Negara sriwijaya yang adil jaya dan makmur
  • Kerajaan majapahit  yang berpusat dijawa timur dengan gajah maja pahit dan sumpah palapa (saya akan berhenti berpuasa makan buah palapa jika seluruh nusantara takluk dibawah kekuasan Negara)
  • Berdirinya organisasi budi utomo yang merintis kebangkita nasionalS
  • Sumpah pemuda yang diikrarkan pemuda dalam kongres pemuda


3. proses bernegara
Dua peristiwa penting dalam proses bernegara adalah siding siding BPUPKI dan siding PPKI
  1.       Jepang berjanji memberikan kemerdekaan kepada bangsa Indonesia dan dibentuklah BPUPKI
  2.   Pembentukan PPKI setelah dibubarkanya BPUPKI karena jepang tiddak memenuhi janjinya sehingga indonesia memproklamirkan diri menjadi Negara yang merdeka
  3.    Proklamasikemerdekaan Indonesia dan penetapaan uud 1945 pada tahunn 17 dan 18 Agustus 1945


      4. politik identitas
Secara garis besar terdapat 3 pemikiran besar tentang nasionalisme di Indonesia yang terjadi sebelum kemerdekaan ,, yaitu paham keislaman , marxisme, dan nasionalisme Indonesia
Paham nasionalisme terbukti sangat efektif sebagai alat perjuangan bersama merebut kemerekaan dari cengkraman colonial .. seperti yang disampaikan para penganut nasionalisme tersebut  bahwa persamaan cita cita yang mereka miliki dapat diwujudkan dalam sebuah identitas plitik atau kepentingan bersama dalam bentuk sebuah wadah yang disebut bangsa
Bangsa merupakan suatu badan atau wadah yang didalamnya terhimpun orang orang yang mempunyai persamaan keyakinan dan persamaan lainya yang mereka miliki seperti ras, etnis,agma, bahsa,dan budaya
Munculnya pahm nasionalisme di Indonesia tidak bisa lepas dari semangat menentang kolonialisme belanda cita cita bersama merebut kemerdekaan menjadi semangat umum dikalngan tokoh tokoh pergerakan nasional
Nasionalisme yang dikembangkan soekarno brsifat toleran dan bercorak ketimuran tidak seperti dieropa

C. revitalitas pancasila sebagai pemberdayaan identitas nasional
 1. revitalitas pancasila
  Pancasila dpt dijadikan dasar dan arah dalam upaya mengatasi krisis dan disintegrasi yang sudah menyentuh semua segi dan sendi kehidupan ..revitalisasi  pancasila adlah pemberdayaan kembali kedudukan , funsi dan peranan pancasila sebagai dasar Negara , pandangan hidup ,ideology dn sumber sumber nilai bangsa(koentow. 2005)

Dalam merevitalisasi pancasila sebagai manifestasi identitas nasional , penyelenggaran mpk hendaknya dikaitkan dengan wawasan tersebut
  •   Spiritual
  • Akademis
  •  Kebangsaan 
  • Mondial

2. pemberdayaan  identitas nasional
 Revitalisasi sebagai bentuk identitas nasional mengandung makna bahwa pancasila harus kita letakaan dalam keutuhan dengan pembukaan ,dieksplorasikan dimensi dimensi yang melekat padanya yang meliputi
  •  Realitas
  •  Idealitas
  •  Fleksibilitas

Untuk membentuk jati diri maka nilai nilai yang ada harus digali terlebih dahulu seperti nilai agama yang bersumber dari tuhan yg maha esa, nilai nilai gotong royong , persatuan kesatuan, saling menghormati dan untuk mengembangkan jati dira dimulai dari nilai nilai kejujuran keterbukaan dan berani mengambil resiko

D. karakter kebangsaan Indonesia

1 pengertian  karakter bangsa
Karakter adalah sekumpulan tata nilai yang mewujud dalam suatu sistem daya juang ang melandasi pemikiran sikap dan perilaku
Kehalusan budi,sopan santun dalam sikap dan perbuatan ,kerukunan ,toleransi ddan solidaritassosial , idealisme dan sebagainya telah hilang nayut dialnda derasnya arus modernisasi dan globalisasi yng pernah paradox

2 .Penanaman nilai identitas nasional sebagai karakter bangsa
Penanaman nilai nilai identitas nasional sebagai karakter bangsa harus di implementasikan dalam berbagai kehidupan diantaranya
  1. pada diri sendiri
  2. membangun ketahanan keluarga
  3. pembangunan karakter dalam masyarakat
  4. dalam dunia pendidikan

apabila kita melihat tujuan pendidikan sebagai dinyatakaan oleh uu no 20 tahun 2003 menyatakan bahwa tujuan pendidikan adalah sebagai berikut

a.beriman dan bertakwa kepada tuhan yang maha esa
b. berbudi pekerti luhur (akhlak mulia)
c. memiliki pengetahuan dan keterampilan , sehatjasmani dan rohani
d. memiliki epribadian yang mantap dan mandri
e. memiliki tanggung  jawab dalam bermasyarakat , beragama, berbangsa dan bernegara

berikut nilai nilai luhur yang harus kita perjuangkan dlam kehidupan bermasyarakan berbagsa dan bernegara
  •           Nilai ketakwaan
  •       Nilai toleransi
  •       Nilai ramah tamah
  •       Nilai persatuan
  •       Nilai keserasian
  •       Nilai tanggung jawab
  •       Nilai kerja sama
  •       Nilai musywarah
  •       Nilai goting royong


PENGERTIAN CATATAN KAKI DAN CONTOHNYA

PENGERTIAN CATATAN KAKI DAN CONTOHNYA


Pengertian Catatan Kaki

  Catatan kaki adalah daftar keterangan khusus yang ditulis di bagian bawah setiap lembaran atau akhir bab karangan ilmiah. Catatan kaki biasa digunakan untuk memberikan keterangan dan komentar, menjelaskan sumber kutipan atau sebagai pedoman penyusunan daftar bacaan/ bibliografi. Catatan kaki untuk artikel yang diambil dari internet, cantumkan nama pengarang, judul artikel, tuliskan online (dalam kurung) diikuti alamat situsnya, seperti http:/ www.ed.gov./... yang memudahkan pembaca untuk mengakses sumber tersebut.

Peraturan Penulisan catatan Kaki Jika ditulis secara berurutan maka sebagai berikut: Nama (gelar dan tidak dibalik), koma, judul sumber/buku dengan huruf kapital setiap awal kata kecuali kata tugas, koma, jilid/juz, koma, kurung buka kemudian tempat/kota penerbit, titik dua, nama penerbit, koma, tahun terbit kemudian kurung tutup, koma, nomor cetakan, koma, dan nomor halaman diakhiri dengan titik.

Kurang lebih seperti dibawah ini:
Nama, Judul ditulis miring, (Kota penerbit: Nama Penerbit, tahun), cetakan, hlm.

2.     Tujuan penulisan



Tujuan penulisan catatan kaki adalah sebagai berikut:

A.    Untuk menyusun pembuktian, pembuktian tersebut dapat dibeberkan dalam teks, dapat pula dimasukan dalam catatan kaki ,atau keduanya. Menunjukan tempat atau sumber kebenaran telah dibuktikan oleh orang lain.

B.     Menyatakan utang budi kepada pengarang yang dikutip pendapatnya

C.     Menyampaikan keterangan tambahan untuk memperkuat uraian diluar persoalan atau garis-garis yang diperkenankan oleh laju teks, dapat berupa seperti berikut

·         Menyatakan inti dari sebuah fragmen yang dipinjam

·         Menyampaikan keterangan tambahan terhadap topik yang disebut dalam teks, keterangan incidental,  atau materi yang memperjelas teks

·         Menyampaikan materi penjelas yang kurang penting seperti perbaikan atau pandangan-pandangan lain yang bertentangan

D.    Merujuk bagian lain dari teks dan dapat dipergunakan untuk menyediakan referensi kepada bagian-bagian lain dari tulisan yang sedang dibahas


3.     Prinsip Membuat Catatan Kaki

        Dalam menulis catatan kaki ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan, prinsip tersebut sebagai berikut:

a)      Hubuungan catatan kaki dengan teks dapat dinyatakan dengan mempergunakan nomor urut penunjukan baik yang terdapat dalam teks maupun yang terdapat pada catatan kaki

b)      Nomor urut penunjukan digunakan untuk tiap bab apabila tiap bab selalu dimulai dengan nomor urut 1 untuk catatan yang pertama dan berikutnya, nama pengarang dan sumber disebut dalam satu bab secara lengkap

c)      Teknik pembuatan catatan kaki

·         Disediakan ruang atau tempat secukupnya pada kaki halaman, tidak boleh lebih sempit dari 3 cm sesudah diketik baris terakhir dari catatan kaki

·         Sesudah baris terakhir dari teks, dalam jarak 3 spasi harus dibuat sebuah garis, mulai dari margin kiri sepanjang 15 ketikan

·         Dalam jarak 2 spasi pada garis tadi, dalam jarak 5-7 ketikan dari margin kiri diketik nomor penunjukan

·         Sesudah nomor penunjukan , setengah spasi kebawah mulai diketik baris pertama dari catatan kaki

·         Jarak antarbaris dalam catatan kaki adalah spasi rapat, sedangkan jarak antar catatan kaki pada halaman yang sama adalah dua spasi

·         Baris kedua dari setiap catatan kaki selalu dimulai dari margin kiri



4.     Jenis Catatan Kaki


a.     Penunjukan sumber (referensi)

Menunjukan tempat sumber kutipan

·        Mempergunakan sebuah kutipan langsung

·        Mempergunakan sebuah kutipan tidak langsung

·        Menjelaskan dengan kata-kata sendiri apa yang telah dibaca

·        Meminjam sebuah diagram berdasarkan data-data yang diperoleh dari suatu sumber

·        Meminjam sebuah table, peta atau diagram dari suatu sumber

·        Menyajikan sebuah evidensi khusus, yang tidak dianggap sebagai pengetahuan umum

·        Menunjukan kembali kepada bagian lain dari karangan yang bersangkutan

b.    Judul

·        Semua judul mengikuti peraturan seperti pada bibliografi, judul buku, judul majalah, harian, atau ensiklopedi digaris bawahi/dicetak miring; judul artikel ditempatkan dalam tanda kutip

·        Setelah catatan kaki pertama, pada penyebutan selanjutnya atas sumber yang sama, judul buku, dsb. Tidak perlu disebut lagi diganti dengan Ibid(Ibidem, pada tempat yang sama), op cit (opera citato, pada karya yang telah dikutip) atau lo cit (loco citato, pada tempat yang telah dikutip) missal Yoeti loc cit

·        Sesudah penunjukan paertama sudah artikel dalam majalah atau harian, selanjutnya cukup dipergunakan judul majalah atau harian tanpa judul artikel

c.      Data publikasi

·        Tempat dan tehun penerbitan sebuah buku dapat dicantumkan pada referensi pertama

·        Data publiksi sebuah majalah, tidak pperlu memuat nama, tempat dan terbit, dan nomor halaman, tanggal, bulan dan tahun

·        Data publikasi sebuah artikel harian adalah bulan, hari, tanggal, tahun, dan nomor halaman.

d.    Jilid dan nomor halaman

·        Buku yang terdiri dari satu jilid, hlm adalah singkatan halaman yang menunjukan nomor halaman

·        Buku yang terdiri beberapa jilid harus dicantumkan nomor jilid dan nomor halaman.


5.     Cara Membuat Catatan Kaki


        Cara membuat catatan kaki mempunyai hubungan dengan teks pada halaman yang sama, titik-titik yang berspasi yang mendahului dan mengikuti contoh teks berarti ada lebih dari satu alenia yang dihilangkan sebelum dan sesudah teks yang dikutip tersebut.


1)      Referensi buku dengan satu pengarang

·         Nama penulis ditulis lengkap dan tidak dibalik karena referansi pertama kali

·         Antara nama pengarang dan judul buku dipergunakan tanda koma dan antar judu buku dan data publikasi tidak ada titik atau koma

·         Tempat dan tahun terbit ditempatkan dalam tanda kurung


Contoh:


Oka A.Yoeti, Perencanaan dan Pengembangan Parawisata(Jakarta, 1997), Hlm115.


2)    Referensi buku dengan dua atau tiga pengarang

·         Nama penerbit dimassukan. Antara nama tempat dan penerbit diberikan titik dua

Contoh:

     Dr. Suad Husnan, MBA dan Drs. Suwarsono, MA, Studi Kelayakan Proyek            (Yogyakarta: AMPYKPN, 1997), Hlm. 181.

3)      Referensi buku dengan penulis lebih dari tiga orang


Salah Wahab, et al, Pemasaran Parawisata (Jakarta: Pradnya Paramita, 1997), Hlm.265-266.


·         Hanya nama pengarang pertama yang ditulis dan nama pengarang yang lain diganti dengan singkatan et al, judul uku diberikan tanda pemisah koma

4)      Edisi berikutnya mengalami perubahan


·         Keterangan tentang cetak ulang atau edisi yang diperbaharui diletakan dalam kurung sebelum tempat terbit

·         Antara tempat terbit dan keterangna tentang cetak ulang atau edisi berikutnya diperbaharui diberi tanda pemisah berupa titik koma


5)      Buku yang terdiri dua jilid atau lebih


·         Keterangan jilid ditempatkan dalam kurung sebelum tempat terbit

·         Keterangan nomor jilid dapat ditaruh diluar tanda kurungsebelum nomor halaman

·         Nomor jilid selalu dengan angka romawi, sedangkan noor halam dengan angka arab


6)      Sebuah edisi karya seseorang penarang atau lebih


·         Apabila yang lebih ditekankan adalah editornya nama editor dicantumkan lebih dahulu, tetapi jika lebih ditekankan penulis artikel makan nama penulis artikel dicantumkan dahulu

·         Apabila nama penulis pengarang didahulukan maka disertakan judul artikel dan judul bukunya

·         Apabila  editor lebih dari satu orang maka cara penulisannya sama dengan cara penulisan referensi buku dengan dua atau tig pengarang


7)      Terjemahan


·         Nama pengarang ditempatkan didepan dan nama penerjemah ditempatkan sesudah judul buku dipisahkan oleh tanda koma


8)      Artikel dalam sebuah antalogi


·         Cara penulisannya sama dengan sebuah edisi karya seseorang pengarang atau lebih

·         Judul artikel dan judul buku dimasukan begitu juga nama editor dan nama penulis


9)      Artikel dalam Ensiklopedi


Contoh:

Robert Ralph Bolger, ”Rhetoric,” Enycyclopedia Britannica(1970), XIX, 257-260


10)   Refernsi artikel majalah


·         Nomor jilid ditempatkan dalam kurung, nomor halaman dengan angka arab sesudah peninggalan, dipisah dari kurung tutup oleh sebuah koma

·         Nomor jilid maupun nomor halaman dicantumkan dalam angka arab dipisahkan oleh titik dua

·         Nomor jilid tidak dicantumkan karena sudah jelas pada bulan tahun





11)  Herensi artikel koran


·         Apabila nama pengarang jelas, catatan kaki dimulai dengan nama pengarang yang menulis artikel

·         Dalam hal-hal lain cukup ditulis dirubik yang ada dalam koran yang bersangkutan


12)  Skripsi, Tesis, Dan Disertasi


            Merupakan tulisan ilmiah yang dapat dijadikn bahan pustaka (rujukan) dalam menulis artikel ilmiah atau skripsi, tesis, atau disertasi. Dan diperlukan sebagai artikel sehingga ditempatkan dalam tanda kutip

·         Judul skripsi, tesis, atau disertasi ditempatkan dalam tanda kutip

·         Keterangan tentang jenis karya, nama fakultas atau universitas atau kesempatan prasarana itu disampaikan dalam kurung langsung sesudah judul, tanpa koma


13)   Referensi dari dua sumber atau lebih


Dalam hal ini catatan kaki dapat memuat semua sumber referensi dengan dipisahkan oleh titik koma


14)  Referensi dari sumber kedua


            Catatan kaki seharusnya menunjuk kepada sumber alsi yang diambil oleh penulis, akan tetapi kadang kadang sulit untuk mendapatkan sumber aslinya oleh karena itu penulis hanya mengutip pendapat seseorang dari sumber kedua. Apabila hal tersebut dilakukan , sumber kedua harus dinyatakan secara jelas dalam catatan kaki


15)  Catatan penjelas


             Catatan kaki dapat pula dimaksudkan untuk memberi komentar atau menjelaskan sesuatu yang diuraikan dalam teks, oleh karena itu tidak ada sumber yang pelu dimasukan dalam catatan kaki


16)  Referensi dan catatan penjelas


            Adapula catatan kaki yang dimaksud untuk penunjukkan kepada sebuah sumber ditambah penjelasan atau komentar . seperti halnya dengan catatan penjelas , tetapi pada referensi dan catataan penjelas dituliskan pada bagia terakhir dari teks yang mengandung hal yang perlu dijelaskan dengan referensi lain yang relevan

         




PENGALAMAN SAPAMABA UMK

PENGALAMAN SAAT MENJALANI KEGIATAN SAPAMABA UNIVERSITAS MURIA KUDUS TAHUN 2014/2015



   Sapamaba adalah hal kegiatan yang hukumnya fardu ain dalam proses penerimaan mahasiswa baru..saya adalah mahasiswa baru dari UMK angkatan 2014 fakultas teknik sistem informasi semua universitas negri atau pun swasta  pasti ada sapamaba semacam ini walaupun bebeda isi kegiatanya tidak terkecuali di umk,, saya adalah lulusan tahun ini yang berasal dari salah satu smk negri di pati,, sapamaba di UMK tidak seperti yang saya bayangkan seperti disuruh membawa peralatan peralatan yang susah dicarinya atau alat pengusir hantu seperti pada saat MOS SMK yang terdapat 3 siung bawang putih 2 siung bawang merah dan 2 cabai merah yang panjang justru kebalikanya kami mahasiswa baru cukup membawa co-card warna hijau yang terdapat nama dan NIM yang digunakan untuk absensi ..
    Sapamaba UMK memang agak teetinggal dengan universitas yang lain karena universitas yang lain sudah selesai sapamaba tapi di UMK malah baru mulai ,,dan saya bertanya dengan teman saya yang kuliah di universitas swata disemarang dan tentang pengalamnya dan ribet gak sapamaba itu dan disuruh ngapain saja katanya sapamabanya ribet dan banyak tugas tugas dari kakak senior dan saya piker mungkin sapamaba di UMK juga bakalan ribet ,,
   pada saat sapamaba saya agak sedikit takut terhadap kakak senior atau LO karena biasanya seniornya galak galak atau tapi dugaan saya salah senior di UMK semuanya baik baik dan tidak pernah membentak atau pasang muka yang nyeremin ,,dalam sapamaba kemarin isinya terdapat pengenalan terhadap dosen tempat yang akan kita gunakan dalam menjalani kuliah dan terakhir adalah lomba lomba dan yang paling meriah adalah pada saat lomba karena lombanya antar fakultas dan rame banget semuanya memberi semangat pada temanya yang sedang berjaung demi nama fakultasnya ,,,
      pada saat sapamaba saya bertemu dengan teman satu kelompok saya yang bernama rendy,adi, dan al mereka adalah teman teman yang sangat mengasikan apalagi dengan rendy dia adalah rajanya gombal, setiap bertemu dengan cewek pasti dia selalu bertanya nomer hp nya atau pin bb nya dan tidak terkecuali dengan teman cewek satu kelompok kami semuanya digombali dengan rayuan mematikan dari seorang rendy,, pada saat upacara sapamba kami berempat tidak mengikuti acara upacara pembukaan SAPAMABA tetapi malah enak enak makan diwarung depan UMK,,
      pertama saya awalnya takut kalau nanti keperggok sama panitia dan dihukum tetapi malah kami setiap kalau ada acara didalam audit kami selalu keluar dan nongkrong di warung sambil pengasapan alias rokok hamper setiap hari kami keluar kewarung minimal 3 kali memang boros banget sih tetapi kami selalu bergilir mentraktir yang penting rasa persahabatan dan kebersamaan yang kami selalu junjung tinggi,,widihhh kata katanya ,,wkwkwkwk
     tetapi pada saat test ESQ kami berempat sama sekali tidak bisa keluar dari dalam audit walaupun denagn semua alasan kami tetap saja tidak bisa keluar kalau udah terlanjur badung tetep aja badung dengan terpaksa akhirnya saya dan ketiga temen saya harus seharian didalem audit tanpa penasapan dan tanpa tempe yang selalu ada saat diwarung tetapi enaknya didalem audit adem dan dapet konsumsi gratis hahaha,,jiwa anak kost cari yang gratis,,ESQ adalah program dari UMK untuk pembentukan karakter para mahasiswa baru pokoknya sanggat mengasikan dan yang pasti sangat mengharukan pastinya,,,,
itu adalah kenagan pada saat sapamaba yang takkan pernah terlupakan seumur hidup saya dan akan selau menjadi kenangan terindah dalam fikiran dan hati….

DWI FEBRI YUDA

2014-53-114
contoh paragraf narasi

contoh paragraf narasi

Posted in
Paragraf adalah kesatuan pikiran yang mengungkapkan ide pokok yang berbentuk dalam rangkaian kalimat yang berkaitan dengan bentuk (kohesi) dan makna (koherensi). Ditinjau dari jenisnya, paragraf dibedakan menjadi lima jenis, yakni:
- Paragraf Narasi
- Paragraf Deskripsi
- Paragraf Eksposisi
- Paragraf Argumentasi
- Paragraf Persuasi

Tahukan anda perbedaan bentuk teks antara paragraf narasi, deskripsi, eksposisi, argumentasi, dan persuasi?

Kali ini, saya akan memberi contoh masing-masing kelima paragraf tersebut dengan tema bahasan mengenai Pantai Parangtritis. Sengaja saya buat dengan tema yang sama agar pembaca lebih mudah mengetahui perbedaan dari kelimajenis paragraf tersebut.

A. Paragraf Narasi --> Menceritakan atau mengisahkan suatu kejadian atau peristiwa sehingga tampak seolah-olah pembaca mengalami sendiri peristiwa itu.

Contoh:
Tepat ketika tanggal 10 Maret, sekolahku libur selama sembilan hari dan akan berakhir pada tanggal 18 Maret. Aku dan seluruh keluargaku tidak menyia-nyiakan waktu ini untuk mengadakan liburan keluarga. Ketika itu aku memilih berlibur ke Pantai Parangtritis. Pagi-pagi aku telah berbenah dan menyiapkan semua perbekalan yang nantinya diperlukan. Sepanjang perjalanan, aku iringi dengan nyanyian lagu riang. Betapa senangnya aku ketika sampai di pantai tersebut. Dengan hati suka ria, aku sambut Pantai Parangtritis dengan senyumku. Pantai Parangtritis, pantai nan elok yang menjadi favoritku. Tanpa menyia-nyiakan waktu, aku mengajak kakakku untuk bermain air. Kuambil air dan aku ayunkan ke mukanya. Dengan canda tawa, kami saling berbalasan. Puas rasanya, terasa hilang semua kepenatan karena kesibukan tiap harinya. Di sana, aku dan seluruh keluargaku saling berfoto-foto untuk mengabadikan momen yang indah ini. Tak terasa waktu berjam-jam telah kuhabiskan disana. Hari pun mulai sore menandakan perpisahan dan kembali pulang. Tak rela rasanya kebahagiaan ini akhirnya selesai. Dalam benakku, aku kan kembali esok.

B. Paragraf Deskripsi --> Menggambarkan sesuatu (objek) secara terperinci atau mendetil sehingga tampak seolah-olah pembaca melihat, mendengar, dan merasakannya sendiri.

Contoh:
Masih melekat di mataku, pemandangan indah nan elok pantai Parang Tritis. Gelombang ombak bergulung-gulung datang silih berganti menyambutku serasa ingin mengajak bermain. Air yang jernih dan pasir putih lembut yang menghampar luas tanpa ada tumbuh-tumbuhan atau karang yang menghalangi membuatku ingin kembali lagi. Di sebelah kanan-kiri, aku bisa memandang air laut sejauh mata memandang, pandai dengan bukit berbatu, pesisir serta pemandangan bukit kapur di sebelah utara pantai. Kurasakan dingin membasuh kakiku karena ombah menghempas kakiku dan terasa asin air itu ketika bibirku terkena percikan. Sepanjang aku berjalan, hampir pinggiran pantai dipenuhi oleh pengunjung wisatawan. Kulihat ada yang berlari berkejar-kejaran di bibir pantai, bermain bola, bermain dengan air, berfoto-foto dengan latar sekitar pantai. Tapi yang paling membuatku tertarik, kulihat ada beberapa turis manca negara yang menikmati keindahan pantai ini dengan naik delman. Seperti apa yang aku lihat, pantai ini memang sangat ramai pengunjung. Tak pernah sunyi pantai Parang Tritis.

C. Paragraf Eksposisi --> Menjelaskan atau memaparkan tentang sesuatu dengan tujuan member informasi (menambah wawasan).

Contoh:
Parangtritis adalah nama desa di kecamatan Kretek, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Di desa ini terdapat pantai Samudera Hindia yang terletak kurang lebih 25 km sebelah selatan kota Yogyakarta. Parangtritis merupakan objek wisata yang cukup terkenal di Yogyakarta selain objek pantai lainnya seperti Samas, Baron, Kukup, Krakal dan Glagah. Parangtritis mempunyai keunikan pemandangan yang tidak terdapat pada objek wisata lainnya yaitu selain ombak yang besar juga adanya gunung-gunung pasir yang tinggi di sekitar pantai, gunung pasir tersebut biasa disebut gumuk. Objek wisata ini sudah dikelola oleh pihak pemda Bantul dengan cukup baik, mulai dari fasilitas penginapan maupun pasar yang menjajakan souvenir khas Parangtritis. Selain itu ada pemandian yang disebut parang wedang konon air di pemandian dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit diantaranya penyakit kulit, air dari pemandian tersebut mengandung belerang yang berasal dari pengunungan di lokasi tersebut. Air panas dari parang wedang dialirkan ke pantai parangtritis untuk bilas setelah bermain pasir dan juga mengairi kolam kecil bermain anak-anak. Di Parangtritis ada juga ATV, kereta kuda & kuda yang dapat disewa untuk menyusuri pantai dari timur ke barat. selain itu juga parangtritis sebagai tempat untuk olahraga udara/aeromodeling.

D. Paragraf Argumentasi --> mengungkapkan ide, gagasan, atau pendapat penulis dengan disertai bukti dan fakta

Contoh:
Pantai Parangtritis memang memiki keindahan eksotis yang membuat wisatawan ramai berkunjung, tetapi juga sering menelan korban. Yang disayangkan, sebagian masyarakat Indonesia masih saja menganggap peristiwa tersebut berkaitan dengan hal-hal mistis, yakni dikarenakan Ratu Pantai Selatan meminta tumbal. Padahal, ada penjelasan ilmiah di balik musibah tersebut. Para praktisi ilmu kebumian menegaskan bahwa penyebab utama hilangnya sejumlah wisatawan di Pantai Parangtritis, Bantul, adalah akibat terseret rip current. Dengan kecepatan mencapai 80 kilometer per jam, arus balik tidak hanya kuat, tetapi juga mematikan. Jadi, banyaknya korban tenggelam tidak ada kaitannya sama sekali dengan anggapan para masyarakat. Ali Susanto, Komandan SAR Pantai Parangtritis, juga menambahkan bahwa disepanjang Pantai Parangtritis juga banyak terdapat palung (pusaran air) yang tempatnya selalu berpindah-pindah dan sulit diprediksi. Kondisi inilah yang sering banyak menimbulkan korban mati tenggelam.

E. Paragraf Persuasi --> karangan yang bertujuan untuk meyakinkan dan membujuk seseorang agar melakukan sesuatu yang dikehendaki penulis.

Contoh:
Pantai Parangtritis memang memiki keindahan eksotis yang membuat wisatawan ramai berkunjung, tetapi juga sering menelan korban. Yang disayangkan, sebagian masyarakat Indonesia masih saja menganggap peristiwa tersebut berkaitan dengan hal-hal mistis, yakni dikarenakan Ratu Pantai Selatan meminta tumbal. Padahal, ada penjelasan ilmiah di balik musibah tersebut. Para praktisi ilmu kebumian menegaskan bahwa penyebab utama hilangnya sejumlah wisatawan di Pantai Parangtritis, Bantul, adalah akibat terseret rip current. Dengan kecepatan mencapai 80 kilometer per jam, arus balik tidak hanya kuat, tetapi juga mematikan. Jadi, banyaknya korban tenggelam tidak ada kaitannya sama sekali dengan anggapan para masyarakat. Ali Susanto, Komandan SAR Pantai Parangtritis, juga menambahkan bahwa disepanjang Pantai Parangtritis juga banyak terdapat palung (pusaran air) yang tempatnya selalu berpindah-pindah dan sulit diprediksi. Kondisi inilah yang sering banyak menimbulkan korban mati tenggelam. Oleh karena itu, selayaknya warga masyarakat tidak lagi percaya hal-hal gaib dan bisa mengedepankan penalaran logika atau akal sehat. Pemerintah daerah pun sebaiknya memberikan pemahaman yang benar mengenai penyebab bencana laut kepada warga di sekitar pantai. Informasi tersebut dapat diteruskan kepada wisatawan guna meningkatkan kewaspadaan mereka.




Kategori

Kategori