SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN STUDI KASUS PENENTUAN BEASISWA DENGAN METODE TOPSIS

1.1  Dasar Teori
1.1.1        Pengertian Sistem Pendukung Keputusan (SPK)
Little (1970) mendefinisikan DSS sebagai “sekumpulan prosedur berbasis mode untuk data pemrosesan dan penilaian guna membantu para manajer mengambil keputusan.
More dan Chang (1980 ) mendefinisikan DSS sebagai sistem yang dapat diperluas untuk mampu mendukung analisis data ad hoc dan permodelan keputusan, berorientasi terhadap perencanaan masa depan, dan digunakan pada interval yang tidak reguler dan terencana.
Bonczek, dkk., (1980) mendefinisikan DSS sebagai sistem berbasis komputer yang terdiri dari tiga komponen yang saling berinteraksi : sistem bahasa (mekanisme untuk memberikan komunikasi antara pengguna dan komponen DSS lain, sistem pengetahuan (repositori pengetahuan domain masalah yang ada pada DSS entah sebagai data atau sebagai prosedur), dan sistem pemrosesan masalah (hubungan antara dua komponen lainnya, terdiri dari satu atau lebih kapabilitas manipulasi masalah umum yang diperlukan untuk pengambilan keputusan).

1.1.2        Technique for Order Preference by Similiarity to Ideal Solution (TOPSIS)  
Metode Technique for Order Preference by Similiarity to Ideal Solution (TOPSIS) adalah salah satu metode pengambilan keputusan multikriteria yang pertama kali diperkenalkan oleh Yonn dan Hwang (1981). Dengan ide dasarnya adalah bahwa alternatif yang dipilih memiliki jarak terdekat dengan solusi ideal dan yang terjauh dari solusi ideal negatif. TOPSIS memperhatikan baik jarak ke solusi ideal maupun jarak ke solusi ideal negatif dengan mengambil hubungan kedekatan menuju solusi ideal. Dengan melakukan perbandingan pada keduanya, urutan pilihan dapat ditentukan.




1.2  Kerangka Pemikiran SPK
1.3  Kriteria Kriteria
Adapun kriteria yang dibutuhkan dalam pemilihan penerima beasiswa supersemar yaitu :
1.      Nilai Rapor
Rata-rata nilai rapor semester terakhir, yang didapat dari fotocopy nilai rapor.
2. Prestasi Kejuaraan
Lomba yang pernah dimenangkan siswa, dan dapat dibuktikan dengan    fotocopy piagam.
3. Kelakuan Siswa
Penilaian terhadap Kelakuan siswa yang didapatkan melalui nilai point pada  buku kedisiplinan siswa.
4. Kondisi Ekonomi
       Kondisi keuangan siswa, diukur dari jumlah gaji orang tua.
5. Keaktifan Dalam Berorganisasi
Penilaian terhadap keaktifan siswa dalam organisasi sekolah seperti OSIS maupun kegiatan ekstrakurikuler yang ada di sekolah.
1.4  Metode yang Digunakan
Metode yang digunakan adalah TOPSIS, Dengan ide dasarnya adalah bahwa alternatif yang dipilih memiliki jarak terdekat dengan solusi ideal dan yang terjauh dari solusi ideal negatif. TOPSIS memperhatikan baik jarak ke solusi ideal maupun jarak ke solusi ideal negatif dengan mengambil hubungan kedekatan menuju solusi ideal. Dengan melakukan perbandingan pada keduanya, urutan pilihan dapat ditentukan.
Secara umum, prosedur TOPSIS mengikuti langkah-langkah sebagai berikut:
a. Membuat matriks keputusan yang ternormalisasi;
b. Membuat matriks keputusan yang ternormalisasi terbobot;
c. Menentukan matriks solusi ideal positif dan matriks solusi ideal negatif;
d. Menentukan jarak antara nilai setiap alternatif dengan matriks solusi ideal positif dan matriks solusi ideal negatif;
e. Menentukan nilai preferensi untuk setiap alternatif.
















STUDI KASUS
PERHITUNGAN TOPSIS :
Penentuan Kriteria :
Kriteria yang diperlukan untuk menentukan penerima beasiswa di SMK N 04 Semarang :
1. Keaktifan dalam Organisasi
2. Kondisi ekonomi
3. Kelakuan siswa
4. Prestasi kejuaraan
5. Nilai Rapor

Nilai Rapor = A
Prestasi Kejuaraan = B
Kelakuan Siswa = C
Kondisi Ekonomi = D
Keorganisasian = E
                                                Tabel bobot prioritas
Bobot Prioritas
A
B
C
D
C5
0,41
0,3
0,17
0,8
0,4

Maka sebagai contoh, diberikan hasil penilaian tiap kriteria sebagai berikut :

Matriks Keputusan

A
B
C
D
E
Siswa A
1
4
4
1
5
Siswa B
2
4
3
3
4
Siswa C
4
2
4
2
4
                                               



Matriks Ternormalisasi R

A
B
C
D
E
Siswa A
0,21821789
0,666666667
0,624695048
0,267261242
0,662266179
Siswa B
0,43643578
0,666666667
0,468521286
0,801783726
0,529812943
Siswa C
0,872871561
0,333333333
0,624695048
0,534522484
0,529812943

Matrik Y (Membuat matriks keputusan yang ternormalisasi terbobot)

0,089469335
0,2
0,106198158
0,213808994
0,264906471

0,17893867
0,2
0,079648619
0,641426981
0,211925177

0,35787734
0,1
0,106198158
0,427617987
0,211925177


Menentukan matriks solusi ideal positif
Nilai
C1
C2
C3
C4
C5
Y+1Max
Y+2Max
Y+3Max
Y+4Max
Y+5Max
0,35787734
0,2
0,106198158
0,641426981
0,264906471

Menentukan matriks solusi ideal negatif
Nilai
C1
C2
C3
C4
C5
Y-1Min
Y-2Min
Y-3Min
Y-4Min
Y-5Min
0,089469335
0,1
0,079648619
0,213808994
0,211925177


Menentukan jarak antara nilai setiap alternatif dengan matriks solusi ideal positif
D1+
0,5049
D2+
0,1885
D3+
0,2419

Menentukan jarak antara nilai setiap alternatif dengan matriks solusi ideal negatif
D1-
0,1162
D2-
0,4482
D3-
0,3442





Nilai Preferensi
V1
0,1871
V2
0,7039
V3
0,5872

Nilai Preferensi Terbesar
V2
0,7039


Dari tabel di atas, dapat kita simpulkan bahwa siswa 2 yang paling layak mendapatkan beasiswa.


EmoticonEmoticon